First HunHan

MY BABY-CADEL

hunhan_by_yosougaichi18-d5c4yz9

BY: Shyu

Friday, April 19, 2013

Mungkin banyak yang belum tau kalo Sehun itu adalah adik angkatnya Luhan, selama ini kita hanya tahu kalau Sehun itu sahabatnya Luhan kan. Karena mereka sudah dekat sejak trainee hingga debut. Sebenarnya itu semua adalah cerita karangan Luhan saja, karena dia tidak ingin ada yang tau kalau Sehun itu adalah adiknya sendiri, yang ia temukan, #temukan? Ya, Luhan menemukannya di Gangnam-gu, di Seoul. Luhan gak mau orang-orang tau kalo Sehun itu adiknya, karena kalau misalnya dia ngomong kalo Sehun itu adinya, Sehun bakal susah buat masuk ke manajemen tempatnya di trainee, setelah sunbae mereka, Krystal dan Jessica, SM gak mau lagi nerima trainee yang punya hubungan keluarga, walaupun hanya keluarga angkat doank. Alasannya. Biarlah itu jadi rahasia Sooman Harabeoji. Kita gak perlu tau. *ngeles~~

Flashback….

Waktu itu Luhan sudah menjadi trainee SM Entertainment sejak 1 tahun yang lalu, dan diantara trainee yang lain Luhan termasuk tipe yang easy going dan ramah, dia juga pintar dalam bahasa Korea, dan Mandarin, jadi gak heran deh kalo Luhan banyak temen *termasuk Author. Luhan termasuk trainee yang rajin dalam mengikuti latihan, setiap hari dalam seminggu ia selalu datang ke tempat latihan dengan tepat waktu. Karena jarak rumahnya dengan tempat latihan cukup jauh, dia menggunakan sepeda untuk datang tepat waktu ke tempat latihan. Kenapa sepeda,,,?? Kan gue uda pernah bilang kan kalo Luhan itu orangnya easy going, nah easy itu kan artinya gampang, kalo going itu pergi,, jadi biar fix and match ama kepribadiannya, dia milih sepeda deh buat gampang pergi kemana-mana, lagian juga irit kan, gak perlu bahan bakar. *Author bingung, ini Luhan apa emak gue,,,??  O.o

Naahh,,,.pada suatu hari, seperti biasa, dia bangun pukul 4 pagi, dan langsung melahap roti lapis yang dibuatnya sendiri ditemani dengan segelas susu coklat hangat dalam cangkir besar berwarna biru. Seperti itulah rutinitasnya setiap pagi sebelum berangkat ke tempat latihan. Kemudian mandi,*ngintip Luhan dari atap* dan berganti pakaian *dobrak kamar Luhan*. Ia juga termasuk orang yang mengerti fashion, dia selalu menyiapkan pakaian mana yang akan dia pakai saat latihan, dia juga memabawa baju ganti, karena Luhan akan mandi *lagi???* di tempat latihannya, untuk menghemat waktu.

Hari itu, berangkatlah Luhan dengan menaiki sepeda sport warna putihnya itu dengan perlahan, kerena saat itu, hari masih pagi dan udara Seoul musim semi masih terasa begitu sejuk. Pada saat melewati turunan, ia memelankan sepedanya, dan karena masih terlalu pagi, pandangan Luhan masih sedikit tertutupi oleh kabut tipis yang tertiup angin pagi *halah, bahasa mu itu lhoo,,,. Ia kehilangan keseimbangan setelah mencoba menghindari belokan dan jatuh menabrak tumpukan kardus bekas di pinggir jalan. BRUKKK!!! 5 abad kemudian,*eh?,,,terdengar suara orang kesakitan.

“ Aithh~ thakit thekali….” Suara dari tumpukan kardus [ th = s, maklum orang cadel huruf ‘s’]

Spontan Luhan langsung berdiri dan meminta maaf. “Jeosaenghamnida~ aku tidak sengaja, aku tadi tidak bi….” Kata-katanya terputus, ketika melihat seseorang keluar dari tumpukan kardus yang ditabraknya tadi. Ia bingung, harus memanggilnya. Sosok yang berdiri di hadapannya itu terlihat polos tapi juga imut, lucu sekali. Kemudian Luhan mencoba memanggilnya.

“Jeogi,,,, neo gwenchana??”

“,,,,,” taka da jawabandari laki-laki misterius dengan pakaian lusuhnya.

“Eh,,,Oh,,, Mi,,,mianhae,,, kamu tidak apa-apa kan,,?? Apa kamu terluka???” Tanya Luhan sedikit cemas

“Gwenchana~ aku nggak apa-apa kok,,,” berjalan meninggalkan Luhan yang masih bingung. Dari belakang , Luhan melihat ada darah di siku anak itu, cukup parah.

“Tunggu,, sepertinya,,,,, kamu terluka,,,,,” kata Luhan, belum beranjak dari tempatnya, sambil nunjuk luka gores di tangan ,,,,,,orang itu.

“Ohh….mana,,,???” mencari luka yang dimaksud Luhan.” aku baik-baik aja kok,,, nggak uthah khawatil” terus berjalan meninggalkan Luhan. Luhan menatapnya cengo o.o

Luhan mematung, diam, dan kembali mengamati tubuh kurus anak itu, dia melihat banyak sekali debu di bajunya, dan di kakinya yang hanya tertutupi oleh celana pendek selutut itu,,, ada luka memar. Luhan semakin merasa bersalah. Akhirnya dia memutuskan untuk mengajaknya ke rumah, untuk sekedar diobati.

“ Ya! Ehmm,, kamu,,, “ mengejar anak yang di tabraknya. “ Siapa namamu??”

“Thehun, panggil aja Thehun,,,,” Sehun berpaling menatap Luhan. Dengan tatapan puppy eyes gak ketulungannya.

“Oohh,,,, eehmmm,,, bagaimana kalo kamu ke rumah ku dulu,, luka mu ,,,aku akan mengobati nya,,, bagaimana,,? Ku mohon,,,? Mau kan???” Luhan merasa iba, setelah menatapnya dengan lebih dekat, wajah Sehun masih sangat polos, seperti anak anjing yang tak tahu apa-apa. *anjing,,kalo gitu aku mau jadi tulangnya,, biar bisa digigit Sehun,,, aem~ #PLETAK!!

“Em,,,,,,,, baiklah,,,,” jawab Sehun dangan sangat polos.

Luhan jadi semakin yakin kalau Sehun benar-benar anak anjing yang dibuang pemiliknya. Bagaimana kalau sampai dia diculik orang. Hhaaahah.,,,,Bahkan sempat terlintas di benaknya untuk mengadopsinya. *Tapi,,, dia kan bukan anak anjing Hannnn….!

Setelah sampai di rumah Luhan,,,,

 

Setibanya di rumah Luhan, pandangan Sehun beredar mengelilingi seluruh isi ruang tamu, yang menurutnya cukup besar untuk ditinggali oleh seorang laki-laki muda, sendiri. Luhan tersenyum kecil, lalu menyuruhnya untuk duduk. Sementara itu Luhan pergi ke kamarnya untuk mengganti baju. Tak lama kemudian Luhan datang dengan membawa kotak obat dan segelas susu coklat hangat untuk Sehun. Sambil mengobati, Luhan bertanya kepada Sehun.

“Sehun-ah,, tadi kamu sendirian ya?? keluarga mu mana ?? Ngapain di sana??” Tanya Luhan.

“Aku,,,,tadi,, aku,,, thedang jalan-jalan aja,,,” sambil mengalihkan pandangan. Tentu saja tingkahnya itu membuat Luhan tau kalau Sehun sedang berbohong. Luhan juga tau kalau sebenarnya Sehun nggak punya siapa-siapa lagi. Yaahh,,, map ngomong nih ya,,, kan udah bisa diliat dari wujudnya, dekil in de kummel *bahasa apaan tuuhh,,,?? Bahasa kaoskakibau. Sambil mengobati luka Sehun, Luhan berpikir untuk mengajak Sehun tinggal di rumahnya. Dengan alasan iba. *padahal suka,, hahay!

“Oooo,,,,, kalau begitu,  tinggal di sini aja dulu,,,,” kata Luhan sambil membalut luka di tangan Sehun.

Sehun diam, seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Tenang aja, aku nggak akan macem-macem” * macem-macem?????* ”Aku akan jadi kakak yang baik. Gimana…??” Luhan meyakinkan.

“Kakak,,?? “ sambil menatap Luhan.

Luhan kaget,,,Sehun-ah,,, jangan menatapku seperti itu,,,, batinnya. Tentu saja, Sehun menatapnya dengan pandangan mata penuuh harap tapi juga memelas, siapa coba yg kuat,,*apanya??gak bukan apa-apa.

“I…i…ii,,,iya,,,,,”. Jantungnya berdetak keras. Sedikit menjauh dari Sehun, Ia takut kalau detak jantungnya terdengar oleh Sehun*nggak mungkin lah Abang,, kalo jantungnya Abang lagi organ tunggal-an  ,,,iya,, gue percaya.#nempelin kuping  ke dada Luhan #di lempar sepatu kuda ama Sehun!

“Baiklah,,,!” jawab Sehun. “Hyung, baeghopayo~, ayo kita makan…” rengek Sehun. Karena sejak tadi susu coklat yg di buatin Luhan udah lenyap tanpa ampas. *Sehun haus apa mau debus…!?

“Haa,,, makan,,?? kayak gini,,,??” melihat penampilan Sehun dari atas sampe bawah puser…*eh ya ampun,,,,author khilaf

“Nggak,,nggak,,, sebaiknya kamu mandi dulu, baru kita makan,,,” sambil menutup hidung. #lucu banget, kayak ibu yang nyuruh anaknya mandi gitu ,,,,

“Ummm.,,,,. Tapi Hyung, tanganku kan mathih luka, gimana bitha mandi???” *tanduk merah muncul di kepala Sehun #khayalan Author

Oh iya,,,Luhan lupaa. Luhan kemudian berpikir sebentar, “Uummm,,,, gimana yaaa ,,,, kalo gitu, biar aku  aja yang mandi’in kamu,,,, ”*OMO OMO OMO!!!!!!!*DOKTER MANA DOKTER!!!

“Sekarang, lepas gih bajunya,,,,,”*HAH…!!! (Aku aja yang ngelepasin! Aku ajaaaa!!!!* dipelototin Luhan,,*author pundung)

“Abis itu,, pake kaos ini,,, (Sehun mnadinya gaaak,,,, ehem,,,,gak ,,,ehem,,ehem,,, halah,,, mandinya masi pake baju koq,,,tenang).”Aku mau nyiapin air panasnya dulu,,,”*hah,,,masih mau masak air Bang???*GUBRAKK!!!

Memanggil Luhan,” Hyung,,, gimana bitha lepath baju,,,,,,,” sambil nunjukin tangannya yang diperban.” Teruth gimana pake kaothnya…???” *ya ampuuunn,,Hunn,,,sinih aku yang ngelepasin,,,*APANYA????

Luhan berbalik. “Sinih,,aku yang lepasin,,,” Sehun berjalan ke arah Luhan,,, sambil bawa kaos,, *ambil handycam cepet!!!!

Karena Luhan lupa kalau Sehun masih luka, jadi dia asal nyuruh aja. Dan alhasil,, sekarang Sehun ama Luhan hadap-hadapan, Sehun menatap Luhan dengan tatapan tanpa dosa, sedangkan Luhan,,,? Dia justru sibuk untuk melepas baju Sehun yang udah dobel-dobel kayak pangsit kejepit keong. Sehun cuma bisa liatin wajahnya Luhan yang tepat berada di depan mukanya. Entah apa yang dipikirkan Luhan, yang jelas dia nggak natap Sehun sekalipun. *karena Luhan lagi natap Author,,,*mutahkan!!

“Hyung, belapa thih uthiamu,,,?” Tanya Sehun rada cadel. (ga RADA lagi,, tapi emang udah CADEL)

Luhan baru sadar kalau ternyata Sehun itu cadel,,,(ya iyalah,,kan gue yang ngomongin Luhan,, kalo Sehun itu cadel). Luhan langsung ketawa,,,

“Apa Sehun-ah…???” luhan pura-pura nggak denger,,*iihh, Lulu,,, kalo nggak bisa denger beneran gimana coba,,,

“Ithh,,,,Luhan-hyung umulnya belapaaaa????” (baca: Ish,,, Luhan Hyung umurnya berapaaa..??

“Ooohh itu,,, aku baru 22 tahun. Sehun-ah,,, maaf ya,,, tapi aku baru sadar kalau kamu itu cadel,,, haha…lucu..”Luhan ngacak-ngacak rambut Sehun dengan membabi buta,,,*kayak di keroyok zombie aja Han,,,Han,,,

“Aaahh,,,Hyung ~~~ “ balas Sehun sambil dorong Luhan,,,*sinih aku tangkep Han,,,

“Hahaha,,,, nggak papa kok,,, justru itu malah bikin kamu tambah makin lucu…. —– Nah,, udah selesai ganti bajunya,,, cepetan ke kamar mandi,,, ntar aku nyusul,,,”*hehhh???? Koq kayak mauuu……

“Ne,, Hyung,,,” Sehun langsung berlari menuju kamar mandi,,, *Sehun naek ojek buat nyampe ke kamar mandi nya Luhan,,, yah walaupun agak sulit menemukan kamar mandinya,, tapi akhirnya dia sampai juga.

Setelah Luhan sampai,,,” Sehun-ah,,, rambut mu,,,,,,aku potong ya,,,, gak papa kan,,,” Pinta Luhan ama Sehun. Cause, siapa aja yg liat Sehun dgn rmbut kyak gitu, pasti geli deh.,, rambut penuh abal-abal gaje,,,

“Eoo??? Di potong,,,???” megang-megang rambutnya sendiri,,” Telthelah Hyung deh,,,( terserah Hyung deh)” ….

“Hihihi,,,, emm, baiklah,” Luhan langsung memangkas rmbut kepala Sehun dengan hati-hati,,,

Dan, acara mandi-memandikan pun di mulai. Tangan kanannya Sehun yang diperban diangkat tinggi-tinggi ama Sehun, terus kakinya yang memar, dikeluarin dari bak mandinya. Luhan yang nyuci rambutnya Sehun,, sampe gosok-gosok badannya Sehun. Sehun keliatan hepi banget. Dan setelah di gosok-gosok (?) ama Luhan,,kini warna kulitnya Sehun terlihat bersih dan kulitnya itu putih banget,, putih-putih melati pucet-pucet burung merpati gitu lah. Dengan adanya acara kayak gini,, Luhan jadi mengenal Sehun deh,,*mengenal apanya Bang??? Tubuhnya???”*Awas kalo macem-macem ama Sehun,,, ane laporin ke Komnas HAM nanti,,,*hahay! di acara mandi ini,, Sehun keliatan pasrah banget deh pas di apa-apain Luhan,,*maksudnya itu,,  di mandiin.,,.,.,* abis itu,, Sehun di suruh lepas kaosnya,, terus diganti ama handuk. Kan ceritanya acara mandi-mandinya uda selesai. Nah,, untuk masalah yang satu ini, silahkan readers bayangkan sendiri aja yahh,, kan lebih bebas,,*evil smile”.

Setelah itu Luhan juga bantu ngeringin rambut Sehun,,, milihin baju buat Sehun dan sampe pada akhirnya,, Sehun udah cakep, rapi bersih dan siap buat dijual,*eh diajak makan di luar. Tentu saja dengan masih menggunakan sepeda,, yah,, kalau dilihat dari kejauhan sih, emang kayak kakak ama adik yang lagi kabur pas disuruh berangkat sekolah. Waktu itu ,mereka berangkat pukul 2 siang,, muter-muter sambil beli baju, ice cream, bubble tea daaan pas pulangnya Sehun kecapekan,, akhirnya dia tidur pas lagi naek sepeda,, untung yang nyetir Luhan,,*ya iyalah

Pas udah sampe rumah,, Luhan bingung,, mau dibangunin,,kasian,,nggak di bangunin,,,masa harus terus-terusan di atas sepeda. Ya udah deh,, akhirnya Luhan gendong Sehun masuk ke kamarnya,,tentu saja di gendong di punggung yaaa,,,, bukan ala-ala Bridal Style gitu. Karena cuma ada satu kamar, yaitu kamarnya Luhan, jadilah Sehun di bobok in di kamarnya Luhan,, untung kamarnya lebar,, jadi bisa muat buat tidur berenam,, *huh,,,KEBANYAKAN BRAYYY!!  Buat tidur berdua maksudnya,,

Luhan merebahkan tubuh Sehun di ranjangnya, nggak tau kenapa udara musim semi siang itu kok ya panas banget gitu,, bajunya Sehun aja sampe  basah ama keringat, Luhan yang nggak tega liat Sehun basah kuyup ama keringetnya sendiri,, akhirnya ngelepas baju *ngelepas baju lagi????* Sehun,, jaket,, kaos kaki, topi dilepas juga. Seperti ini rasanya punya adik,,, harus bertanggung jawab , terus ngejaga adeknya. Luhan masih duduk sambil baca buku di samping Sehun,, tapi kayaknya mereka berdua bener-bener kelelahan, Luhan tertidur sambil masih memegang buku di tangannya. Jadilah mereka berdua tidur bersama,, kalau pas lagi tidur kayak gini,, yang mana yang kakak, yang mana yang adeknya,, nggak ketauan,, sama-sama unyu sih,,,

Paginya,,,,

Kamar tidurnya Luhan udah kayak abis kena gempa lokal disertai angin puting beliung,, udah kacau. Tapi, kok,,,,,, itu,,, Author kagak salah liat ya,,,Luhan meluk Sehun gitu,,, kayak nggak mau pisah ama Sehun. Dan tebak siapa yang bangun lebih dulu,,*hayo,, maunya siapa duluuu???* kali ini Sehun bangun lebih dulu,, secara dia kan tidurnya juga lebih dulu. Dan saat Sehun membuka matanya,,, ia menyadari kalau wajahnya ada di pelukan Luhan,,, Sehun didekap Luhan. Rasanya hangat dan nyaman. Mungkin karena itu pula, dia enggan beranjak dari tempat tidurnya, dan Sehun memilih buat tidur lagi.

Pas udah jam 9, Luhan bangun, dan menyadari Sehun masih ada di pelukannya,,*haduuhh.,,,sumpah nih kucing,,,*

Sehun-ah,,,,kau lucu sekali,,,,,” batin Luhan. Untung Luhan gak gila ya,,,

Karena hari uda siang. Akhirnya Luhan yang bangunin Sehun.

“Sehun-ah~, ayo bangun,, sudah siang, ayo kita sarapan,,,,” sambil ngelus-ngelus rambut Sehun yg lagi meluk tangan Luhan. Kalo Luhan lepasin, pasti Sehun jadi ,,,,yaah~ yang pasti Luhan pengen ngebangunin Sehun dengan cara sehalus mungkin. Takut ngambek,,,

” Sehun-ah~”

“……” masih pulas tak bernyawa,,,*Sehun bangun,,, Sehun,,,banguunn,,,,JANGAN TINGGALIN GUEEEE~~~#nampar-nampar Sehun*ditendang Luhan..,,*pingsan  …

“Sehun-ah.,,,” kali ini sambil nepuk-nepuk pipinya Sehun yang putih halus bagai tepung terigu cap segitiga Bermuda.*HOHOHO….

Pelan-pelan Sehun membuka matanya, yang di lihatnya hanya muka Luhan yang sumpah demi apa coba,,, enak banget dilihat dari deket,,,

“Lhooo,,,Hyung, kok balu bangun, emang hali ini nggak ada kegiatan,,,?” bangun dari tempat tidur. Sambil ngucek-ngucek matanya yang masih setengah terbuka.

“Gimana aku bisa bangun,,,,dari tadi, tanganku nggak kamu lepasin,,,” Luhan ngomong sambil menatap kearah lain.

Sehun melihat tangan Luhan,,,,bener, posisinya masih digaet ama Sehun.

“Ooh,,,, mianhae Hyung~ aku nggak tau,,, “ melepas cengkramannya,,*elang kaleee,,,cengkraman,,,

“Nggak apa-apa kok,,,, “ kemudian Luhan menatap Sehun dalam.” Sehun-ah,,,,”

“Eemm….” Sehun balas menatap Luhan lekat-lekat,,*Luhan menatap Author,,,(?)

“Jangan marah ya, sebenernya,,,,,itu,,,,,aku,,,,,” Kata Luhan terputus-putus.

“Apa Hyung???? Jangan buat Thehun penasalan….” Ucap Sehun serius.

“Ehmm,,,gimana ya ngomongnya? .,,Ituu,,, di mata kamu,,,,,,,, ada beleknya,,,,” *,,,,,mau ngomongin belek aja serius banget,, gue kira mau ngomong apaaaaa gitu* ngarep

“Aaahh,,Hyung,,,,” sambil dorong Luhan. Sehun langsung bangun berlari kearah kamar mandi,,, yahh,, masih inget kan,,, dengan bertelanjang dada,,,* Nosebleeding akut~~~

Luhan hanya tersenyum melihat dongsaengnya lari gak pake baju,,,,*nutup mata Luhan*Author liat Sehun*APAPULA??

Selanjutnya…

Luhan kini udah mandi, dan uda ganteng*walopun gk mandi. Dia sekarang sedang nunggu Sehun selesai mandi. Luhan yang udah nyiapin sarapan, langsung nyeret Sehun yang baru aja keluar dari kamar mandi,, dengan rambut basahnya,, dan handuk yang masih melingkar di pinggangnya. Sebenernya, Luhan mau ngeringin rambut Sehun. Walaupun Luhan sendiri udah tau kalo Sehun udah bisa sendiri,, tapi Luhan cuma pengen jadi kakak yang baik aja, yang sayang ama adeknya. Luhan mendudukkan Sehun di ruang tengah. Luhan duduk di depan Sehun, saling berhadapan. Tangan Luhan sudah memegang hair dryer dan handuk.

“Hyung, nggak bitha nunggu aku thampe pake baju apa,,,,” protes Sehun

“Nggak,, nanti bajunya malah jadi basah kena rambut kamu,,, “ jawab Luhan sambil terus ngacak-ngacak rambut Sehun dengan senangnya.

“Eehm  iya juga ya Hyung,,,”

“Hyung, aku pengen ice cream lagi,,, “ pinta Sehun tanpa ragu

“Emmm,,, nanti kita beli,, hari ini aku mau ngajak kamu pergi ke suatu tempat,,,, jadi kamu harus kelihatan ,,,,,,,,, bagus,,,” *bagus,,,??? Emang mau di jual?? (lagi)

“Hyung mau ngajak aku kemana?? “

“Ke tempat latihanku,,, aku akan mengenalkanmu pada temanku,,,,”

“Baiklah,,,, Hyung,, thudah belum ngelingin lambutnya,, aku mau pake baju nih,, dingin,,,”

Tentu saja, karena terlalu asyik ngeringin rambut Sehun,, ia jadi lupa kalo Sehun sama sekali belum pake baju,,, tubuhnya masih belum terbalut apa-apa. “Umm,,, sudah,, cepat ganti baju, aku udah siapin bajunya di kamar kita” *kamar kita?????*abang Luhan suka gitu deh,,, kan aku jadi malu,,,*PLAK!PLAK!PLAK!

“Neee~ Hyung,,,” berlari sambil megangin handuknya,, takut lepas,,,*kan nggak lucu kalo tiba-tiba mlorot dan,,,,,,,*aishh!! Yaoloh,,, apa yg sudah Author pikirkan,,,???!!

Di jalan….

 

Mereka berangkat pake sepeda, Luhan yang nyetir,, Sehun duduk di belakang, sambil jilat-jilat ice cream-nya. Yaahh Luhan beli ice cream nya setelah sehun pake jurus Buing-Buing nya itu ke Luhan,, kan Luhan jadi,,, yah gitu lah. Luhan sekarang ngayuh sepeda nya. Tangan kanannya Sehun pegang ice cream, tangan kirinya pegang pinggangnya Luhan.

Luhan selalu senang bisa dekat sama Sehun,,, dia merasa kalau dia sangat dibutuhkan jika berada di dekat Sehun. Sampai-sampai dia tidak ingin jauh dari Sehun, dia takut kalau Sehun tersesat, atau diganggu sama orang asing,  atau sakit, atau jatuh entah dimana. Mungkin karena sifat Sehun yang masih sangat kekanak-kanakan, dan polosnya minta ampun. Kalau Sehun, dia udah ngerasa aman dan nyaman kalau sama Luhan. Di mata Sehun, Luhan itu udah kayak sahabat plus kakak yang selalu jaga dia dimana pun dia berada, nggak tau gimana jadinya kalo sampe Sehun nggak sama Luhan, pasti kayak ada yang kurang, *ngicipin Luhan,,,,oh kurang garem se ember,,,

“Hyung,,, mathih jauh nggak,,??? Kok nggak nyampe-nyampe thih,,,padahal ice cream ku udah abith dali tadi. “

“Sebentar lagi, SeHun-ah. Pegangan yang kenceng ya,, aku mau ngebut,,,,,” perintah Luhan sambil terus mengayuh sepedanya dengan kencang,, melebihi kecepatan cahaya,,,*4L4Y

Sehun langsung nurut, dan melilitkan kedua tangannya ke pinggang Luhan. Wajahnya nggak lupa di tempelin ke punggung Luhan juga. Pokoknya udah kayak naek motor GP deh,,,,*BRUM~BRUM~

“Sehun-ah, aku akan membawamu ke tempat yang baru. Tempat yang mungkin akan membuat hubungan kita menjadi sedikit berbeda. Tapi aku harap kamu dapat tetap menjadi Sehun, adikku yang akan selalu aku lindungi. Mulai sekarang kita akan melewati hari-hari yang sulit bersama, dan nantinya, kita akan menikmati masa-masa yang indah bersama pula.”

Sampai di depan gedung SM Ent. Luhan langsung membawa Sehun menuju ruang latihannya, disana sudah ada Kai dan Suho. Suho yang emang punya sifat mengayomi yang gede banget, pas liat Sehun, dia langsung nyamperin, tapi Kai,, dia cuma liat Luhan, dan langsung berlatih lagi. Mungkin sedikit kesal karena Luhan menggandeng seseorang.

Mungkin kah Sehun akan,,,,,

TBC>>>>>To Be Continued

Like!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s