sebuah Cerita dari Malaikat

“I CAN’T EXPLAIN WHAT I FEEL”

By: Rusa Angin-nya Shyu

Sunday, June 09, 2013

tumblr_mt251g3TnF1rdp3fco1_400

/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\

“Hyung, siang ini jangan tidur ya,,, ibu dan ayah sedang pergi, kita hanya di rumah berdua,,,,jadi jangan sampai tidur ya Hyung,,,,hyung, kau dengar,,,”

Hanya itu suara perintah adik ku yang ku dengar sesaat sebelum aku mengunci kamar ku. Aku hanya mengiyakan dalam hati. Hari ini aku tidak akan tidur siang, itu tekad ku. Aku hanya akan beristirahat sejenak di kamar tidur ku. Merebahkan tubuh ku yang entah mengapa terasa sangat lelah. Ku putuskan untuk mendengarkan lagu. Ku pilih dengan acak lagu yang ada di playlist ku. JYJ In Heaven. Aku mendengarkannya lewat headset hitam ku. Huuuh,,,kenapa aku merasa lagu ini sangat menyedihkan?

Rasa lelah yang tadi ku rasakan semakin kuat. Sambil menatap langit-langit kamar ku yang berwarna coklat tua, aku merasa emosiku terbawa lagu ini.

Aku masih mendengarkannya.

Aku semakin terhanyut oleh lagu ini. Sejauh yang bisa kutangkap, lagu ini menceritakan tentang kepergian orang yang dicintainya secara tiba-tiba. Yang selama ini tidak pernah dipercayainya, tak pernah ia lihat begitu tulus cintanya. Sekarang ia hanya bisa mengatakan betapa ia juga sangat menyayanginya, ia baru sadar bahwa ia sangat membutuhkannya. Tangisannya kini tak akan mampu membawanya kembali kesisinya. Kata cintanya sudah tak bisa lagi mencegahnya untuk tidak pergi. Ia tidak bisa mengatakan “Jangan tinggalkan aku “ karena itu juga sudah tak dapat mencegahnya untuk pergi. Melihat wajahnya yang terakhir kali dengan tatapan dingin. Kata maaf yang seharusnya ia ucapkan, kini hanya semakin membuat hatinya sakit. Tapi, hanya satu kata yang begitu ingin ia ucapkan,,,,, “saranghae~”

Seakan ikut merasakan kesedihan dari lagu itu, tanpa ku sadari aku meneteskan air mata. Dengan cepat ku usap kasar airmata ku. Beruntung adikku tidak melihat aku meneteskan airmata, kalau tidak, dia akan mengejekku dan mengadukannya pada ibu. Masih dalam posisi tidurku. Kurasakan hangat air mata ku mengalir menuruni pelipis ku lagi. Tak mau berhenti. Rasa lelah itu datang lagi, dan semakin kuat. Kucoba merasakan kembali alunan lagu yang masih terputar di handphone ku.

Sepertinya lagu itu sangat mempengaruhi emosiku. Aku coba menutup mataku. Berusaha mencari memori yang ku harap masih ada. Memori tentang seseorang yang sangat mencintaiku. Menyayangiku bagaimanapun aku membantahnya. Orang yang tetap berada di depanku, menjagaku jika ada yang menggangguku. Orang yang sering mengajakku pergi jalan-jalan. Orang yang dulu kuharapkan untuk tidak terlalu menyayangiku. Dan juga tanpa aku tahu, kadang perkataan ku telah menyakiti perasaanya. Tapi bagaimanapun aku melukainya, dia tetap ada di dekatku. Tetap tersenyum dan tertawa bersama. Seolah telah memaafkan semua kesalahanku. Orang yang tanpa aku sadari telah membuatku merasa bahagia. Ya, bahagia.

Ah, kurasakan air mata ku menetes lagi, kembali menuruni pelipisku yang masih basah oleh air mata ku yang tadi. Apakah ada semacam racun di dalam lagu ini. Hingga bisa membuatku memikirkan hal-hal yang sudah tak ingin aku ingat lagi. Aku lelah sekali. Kucoba menutup mataku. Lagi. Tapi, aku hanya menemui ingatan-ingatan itu lagi. Dan air mata ku mengalir lagi. Kubuka mataku yang mulai terasa berat. Nama itu terus ada di pikiran ku. Nama itu. Seolah ingin menyadarkan ku, bahwa dia akan pergi.

Entah mengapa, aku merasa benci mengetahui ia akan pergi. Walaupun aku tau aku tak akan mampu memberinya alasan untuk tidak pergi. Perasaan apa ini?. Apakah ini rasa  bersalah telah menyakiti perasaan nya?. Atau mungkin….aku tidak ingin kehilangannya? Itu berarti aku……..?. Ya Tuhan, airmata ku mengalir lagi. Aku mulai terisak kecil tapi, sebisa mungkin aku tahan agar adik ku tidak mendengarnya. Tenggorokan  ku mulai terasa sakit. Aku putar kembali lagu ini. Kali ini kudengarkan dengan sedikit menghayatinya. Ah, ternyata menyedihkan sekali.

Aku masih ingat, saat aku bersamanya, aku bisa menjadi seperti anak kecil. Melakukan apa yang aku suka. Di sampingnya, aku merasa aku bisa menjadi anak kecil selamanya. Dan baru aku sadar, dia begitu memperhatikan ku. Saat itu aku pernah merasa begitu kesal padanya, hatiku mulai berubah, aku benci padanya. Tapi, meskipun sering, aku tak pernah membencinya lebih dari 3 jam. Mungkin aku tak bisa untuk benar-benar membencinya. Aku menghela napas panjang. Perasaan ini semakin membuatku lelah memikirkannya.

Kalau pesan ini bisa aku sampaikan, aku akan berdoa pada Tuhan agar angin mau meyampaikannya. Karena ia tidak akan berisik. Dia tidak akan mengganggunya.

“Sehun-ah, entah kau tahu atau tidak, tapi sepertinya aku mulai mencintaimu. Haha, aku tahu, aku mungkin terlihat sangat bodoh kalau mengatakannya secara langsung. Kau tahu kan, aku tidak pintar dalam hal ini. Oh ya, terima kasih sudah menjaga dan memberiku begitu banyak perhatian. Walaupun kau sudah begitu sering memperhatikan ku, tapi ku mohon untuk tidak bosan memberiku banyak perhatian. Karena, ehmm,,,, jangan tertawa ya,,,aku menyukainya. Dan, maafkan aku. Sikapku selama ini terlalu dingin dan sering mengacuhkanmu. Aku rasa aku sulit untuk menunjukkan perasaan ku. Aku juga sering membuatmu cemas, aku juga minta maaf tentang hal itu. Tapi, kurasa aku butuh orang seperti mu. Aku membutuhkanmu. Sekali lagi, terima kasih sudah bersama ku selama ini. Sehun-ah, hwaiting!”

Xiao Lu

Baiklah, mungkin aku akan tidur sebentar. Hanya sebentar. Aku janji.

~END~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s