Satu Lagi Cerita Tentang >.<

Envy Story : When You…

Sani dan Mato. Dua orang sahabat yang sudah sangat dekat, Sani sering menginap di rumah Mato dan juga sebaliknya, sebagian pakaian Mato juga sering dipakai Sani. Sani bukan berasal dari Shonuetaki, dia berasal dari kota kecil di daerah pegunungan, sedangkan Mato, dia merupakan penduduk asli Shonuetaki. Entah mengapa Sani mempunyai ingatan yang buruk mengenai nama tempat atau jalan, jadi ia sering tersesat. Karena itulah dia membutuhkan Mato. Mato akan menjadi semacam pemandu bagi Sani. Mato hapal seluk beluk kota Shonuetaki. Selain itu, Mato juga takut kalau Sani bepergian sendirian, dan akan tersesat, jadi kemanapun Sani pergi, Mato akan berada di sampingnya.
Sani dengan perawakan kurus, kulit putih, dan tidak terlalu tinggi, menjadikannya sebagai orang yang terlihat rapuh dan lucu. Kadang saat Sani memakai baju milik Mato, baju tersebut terlihat begitu besar di badan Sani, tapi Mato sangat suka saat Sani memakai bajunya, menurutnya Sani terlihat lucu saat mengenakannya.
Saat kita membicarakan Mato, kita berarti membicarakan sosok kakak yang sangat peduli dengan adiknya, Mato adalah anak tunggal di keluarganya. Lalu, siapa adiknya? Itulah mengapa ia begitu peduli dan perhatian pada Sani, karena dia sudah menganggap Sani sebagai adiknya sendiri. Walaupun umur meraka sama, tapi sikap dan sifat mereka cukup berbeda.
Mereka pertama kali bertemu di taman bermain sewaktu mereka masih kecil. Saat itu Sani bermain perosotan, saat dia berada di atas, seorang anak mendorongnya, karena belum siap, Sani mendarat dengan muka terlebih dahulu. Mungkin ini yang menyebabkan ingatan akan beberapa anam tempat dan jalan agak buruk. Akibatnya wajah mulusnya kotor, dipenuhi dengan pasir putih. Sani mulai menangis, dan anak yang tadi mendorongnya segera pergi bersama beberapa anak lainnya.
Mato yang sedang bermain dengan rumah pasirnya, segera berdiri saat melihat Sani menangis.
“Jangan nangis,” kata Mato. “ Kalo meleka naka, main sama aku aja” Mato mengulurkan sekop mainannya ke Sani.
Sani mengusap airmatanya, menatap Mato dengan mata yang masih berair. “Kita mau main apa? “ dengan nada bicara yang masih sesenggukan, Sani meraih sekop mainan Mato, dan berjalan bersama menuju tumpukan pasir tempat Mato membuat rumah pasirnya.
Sejak saat itu, kapan pun Sani diganggu oleh orang lain, Mato akan menolongnya. Saat Sani jatuh, Mato akan selalu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
Sampai sekarang, Mato dan Sani masih bersahabat. Sangat akrab, dan dekat. Sampai suatu saat, Mato mulai dekat dengan salah seorang teman. Dia adalah teman Sani juga, tapi Sani tidak terlalu akrab dengannya. Mato dan Seka kadang terlihat sedang asik membicarakan sesuatu, Sani tidak tahu apa topik yang mereka bahas, tapi sepertinya mereka mempunyai selera yang sama di satu hal. Entah mengapa, Sani kurang suka jika mereka begitu akrab. Ada semacam rasa iri di hati Sani, sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s